In QURBAN ALA NABI

QURBAN ALA NABI

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 01 Dzulhijjah 1438 H / 23 Agustus 2017 M
👤 Ustadz Aris Munandar, SS, MA
📝 Materi Tematik | Serial Haji Dan Qurban 06 | Qurban Ala Nabi
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-UAM-QurbanAlaNabi
🌐 Sumber: https://youtu.be/o7v2s9ZyVvg
~~~~~



QURBAN ALA NABI

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على الرسول المصطفى وعلى آله وصحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أم بعد

Kaum Muslimīn dan Muslimāt rahimanī wa rahimakumullāh,

Di antara ibadah penting yang Nabi ajarkan di bulan Dzulhijjah adalah menyembelih hewan qurban, yang dalam bahasa Arab disebut dengan udh-hiyah.

Dan di antara hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang memberikan kepada kita gambaran bagaimanakah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ber-qurban adalah:

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

"Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berqurban dengan dua kibasy (domba) yang berwarna putih, yang bertanduk. Nabi menyembelih dua kibas tersebut langsung dengan tangannya. Dan saat menyembelih, Nabi menyebut nama Allãh (mengucapkan bismillāh) dan membaca takbir (Allãhu Akbar). Dan nabi meletakkan kedua kakinya pada bagian di dekat leher binatang tersebut."

(Muttafaqun 'alaiyh, HR. Bukhāri dan Muslim, dari shahābat Anas bin Mālik)

Bapak dan Ibu kaum Muslimīn dan Muslimāt rahimanī wa rahimakumullāh,

Dalam hadits ini shahābat Anas bin Mālik radhiyallāhu 'anhu menceritakan kepada kita bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berqurban.

Maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bukan hanya memerintahkan untuk berqurban namun Beliau sendiri melaksanakannya.

Maka ibadah qurban (ibadah udh-hiyah) satu hal yang Nabi tuntunkan dengan sunnah Qauliyyah (sabda Beliau) dan sunnah Fi'liyyah (perbuatan Beliau).

Dan tentu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidaklah memilih qurban kecuali qurban yang terbaik.

Maka bagaimanakah qurban yang dilakukan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam?

Shahābat Anas menceritakan kalau Nabi,

⑴ Berqurban dengan 2 ekor kibasy.

Maka hadits ini dalil (menunjukkan) bahwasannya seseorang itu boleh berqurban lebih dari seekor kambing.

Maka seekor kambing itu untuk satu orang dan keluarganya adalah satu hal yang minimal, dan bukan berarti tidak boleh lebih dari satu.

Seandainya seorang kepala rumah tangga berqurban dengan 2 atau 3 ekor kambing maka itu tidak mengapa.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berqurban dengan 2 kibasy (domba).

Kemudian, hadits ini menunjukkan bahwasanya,

⑵ Berqurban dengan seekor kambing itu lebih baik daripada sepertujuh sapi.

Sapi itu bisa lebih utama daripada kambing jika seseorang berqurban dengan seekor sapi. Seekor sapi atas nama satu orang maka itu lebih baik daripada seekor kambing.

Adapun jika dibuat perbandingan manakah yang lebih baik seekor kambing ataukah sepertujuh sapi?

Maka jawabannya seekor kambing itu yang lebih baik.

Diantaranya adalah karena itulah qurbannya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam membolehkan berserikat 7 orang dalam seekor lembu (sapi), walau Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga tidak pernah berserikat.

Beliau memilih qurban sendiri meskipun hanya seekor kambing atau dua ekor kambing.

Kemudian,

Bapak dan Ibu kaum Muslimīn dan Muslimāt rahmanī wa rahimakumullāh,

Disini Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam berqurban dengan kibasy (domba), oleh karena itu maka,

⑶ Domba yang bagus, yang cakep, yang ganteng lebih baik daripada berqurban dengan kambing biasa, atau biasa disebut oleh sebagian orang dengan sebutan "kambing jawa".

Maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memilih berqurban dengan kibasy.

Dan,

⑷ Warna yang terbaik untuk hewan qurban adalah yg berwarna putih.

Di hadits disebutkan أَمْلَحَيْنِ (amlahayni), milh dengan warna garam (putih sebagaimana putihnya garam)

Demikian pula qurban yang terbaik manakala,

⑸ Dia bertanduk sempurna.

Dengan dia bertanduk maka hewan ini akan nampak gagah, cakep dan tampan. Maka ketika semakin bagus tampilan fisik hewan qurban maka itu semakin lebih utama.

⑹ Seekor kambing semakin gemuk dan semakin banyak dagingnya tentu itu satu hal yang lebih baik.

Kemudian disebutkan di hadits:

ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ

"Nabi menyembelihnya secara langsung."

Maka yang lebih afdhal bagi shāhibul qurban adalah,

⑺ Tidak memasrahkan penyembelihan kepada orang lain (dia sendirilah yang menyembelihnya).

Oleh karena itu maka kita perlu berlatih, dengan berlatih maka orang itu bisa menyembelih kambing hewan qurbannya.
Kalau tidak pernah berlatih maka tidak akan pernah bisa.

Oleh karena itu agar ibadah qurban kita lebih afdhal maka hendaknya shāhibul qurban berlatih untuk menyembelih sendiri hewan qurbannya sebagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyembelih sendiri hewan qurbannya.

Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita dalam hadits ini,

⑻ Tata cara penyembelihan hewan qurban secara khusus dan penyembelihan hewan secara umum.

Saat ketika hendak disembelih maka membaca:

بِسْمِ اللهِ

"Bismillāh"

Dan ini hukumnya wajib.

Dan mengucapkan takbir,

اللهُ أَكْبَرُ

"Allāhu akbar"

Dan ini hukumnya dianjurkan.

Sebelum menyembelih maka ucapkanlah:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ

"Bismillãhi Allãhu Akbar"

Atau,

بِسْمِ اللهِ وَ اللهُ أَكْبَرُ

"Bismillãhi Wallãhu Akbar"

Dan "Bismillãh" dalam kondisi ini tidak perlu ditambah dengan "Ar-Rahmān" dan "Ar-Rahīm" karena "Ar-Rahmān" dan "Ar-Rahīm" ini menunjukkan kasih sayang Allãh Subhanahu wa Ta'āla.

Dan satu hal yang tidak klop, satu hal yang tidak pas kalau kita sebut 2 nama Allãh tersebut dalam situasi mau menyembelih hewan.

Dan secara praktek pun di hadits yang lain di jelaskan bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyembelih hanya dengan mengucapkan "Bismillãh" saja tanpa "Ar-Rahmān" dan "Ar-Rahīm"

Kemudian, diantara hal yang Nabi tuntunkan adalah,

⑼ Menginjakkan kaki di dekat leher binatang yang hendak di sembelih.

Maka kaki kanan diletakkan di leher atau dekat leher binatang yang akan disembelih, itu satu hal yang dituntunkan satu hal yang dianjurkan berdasarkan perbuatan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Maka inilah diantara sedikit gambaran bagaimanakah berqurban ala Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Mudah-mudahan yang sedikit ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.
________

#TEBAR QURBAN 1438 H
Cinta Sedekah & Group Bimbingan Islam

Paket Sapi A : Rp. 23.100.000
▪Untuk 7 orang @Rp. 3.300.000
Paket Sapi B : 19.600.000
▪Untuk 7 Orang @Rp. 2,800,000
Paket sudah termasuk biaya operasional & perawatan sampai Iedul Qurban

🏧 Bank Mandiri
NoRek. 167-000-166-6725
a/n. Yayasan Cinta Sedekah
Kode Bank : 008
📲Konfirmasi SMS/WhatsApp :
0811-280-0606

Dengan format: Nama#Tanggal#PaketQurban#Domisili#JumlahTransfer

Contoh; Musa#18 Agustus 2017# 1/7 Paket Sapi A#Yogyakarta#3.300.000
----------------------------------

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Dzulhijjah Hikmah Qurban

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 30 Dzulqa'dah 1438 H / 22 Agustus 2017 M
👤 Ustadz Abu Yahya Badrusalam,  Lc
📝 Materi Tematik | Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-UBS-Keutamaan10HariPertamaBulanDzulhijjah
🌐 Sumber: https://youtu.be/WwnRHtjtOMs
➖➖➖➖➖➖➖


KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH


الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد و على آله وصحبه و من واله
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وحده لا شريك له وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ, أَمَّا بَعْدُ

Kita telah memasuki bulan Dzulhijjah.

Ada sebuah perkara atau sebuah keutamaan yang sangat besar sekali yang hendaknya kita bergembira dengannya.

Apa itu?

Yaitu sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

Ini sebuah kesempatan yang sangat agung.

Kesempatan yang sangat emas sekali untuk kita meraih keutamaan pahala yang sangat besar, mendulang pahala sebanyak-banyaknya.

Kenapa demikian?

Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan dalam hadistnya yang shahīh bahwa hari-hari awal sepuluh bulan Dzulhijjah itu hari yang sangat utama buat beramal shālih.

Beliau bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.

“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shālih lebih dicintai oleh Allāh melebihi dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah.”

(HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Mā syā Allāh.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

"Tidak ada hari-hari yang amalan shālih lebih dicintai oleh Allāh dari sepuluh awal bulan Dzulhijjah ini."

Luar biasa !

Oleh karena itu banyak para ulama ketika menafsirkan firman Allāh:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

"Demi waktu fajar dan demi sepuluh malam."

(QS. Al Fajr : 1 - 2)

Bahwa yang dimaksud dengan sepuluh malam di sini adalah sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

Subhanallāh!

Betapa besar dan betapa agungnya kesempatan yang sangat luar biasa ini untuk banyak beramal shālih di hari-hari seperti itu.

Lalu apa amalan shālih yang bisa kita amalkan di hari-hari itu?


1. BERTAKBIR

Adalah Ibnu 'Umar dan Abū Hurairah radhiyallāhu 'anhumā, mereka apabila telah masuk sepuluh awal bulan Dzulhijjah, mereka pun bertakbir.

Bahkan mereka pergi ke pasar sehingga orang-orangpun ikut bertakbir. Akhirnya pasarpun penuh dengan gema bertakbir.

Subhanallāh !

Takbir kata para ulama ada 2 macam;

⑴ Takbir Mutlak

Kapan saja kita melakukannya, dan ini dimulai semenjak awal bulan Dzuhijjah sampai tanggal 13.

⑵ Takbir Muqayyad

Yaitu takbir yang dilakukan setelah shalat berjamaah atau shalat fardhu.

Dan ini disyari'atkan dimulai dari semenjak pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 sore hari yaitu shalat 'Ashar.

Kemudian di antara amalan shālih yang lainnya yang bisa kita amalkan pada waktu itu yaitu:

2. BERPUASA

Memang para ulama berbeda pendapat, apakah boleh kita berpuasa dari tanggal 1 - 9.

Namun pendapat yang kuat, in syā Allāh diperbolehkan.

Kenapa?

Karena dalam satu riwayat yang shāhih:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر...

“Adalah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya (hijriyah).”

(HR. Abū Dāwūd no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Walaupun ada hadīts 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā yang mengatakan:

مَارَاَيْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَا ئِمًا فِيْ الْعَشْرِ قَطٌّ

"Aku belum pernah melihat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berpuasa 10 hari sekalipun juga."

(HR Muslim nomor 1176)

Namun ini hanya sesuai dengan apa yang diketahui oleh 'Āisyah saja.

Dan kaidah mengatakan:

المُثبِت مُقَدَّمٌ على النافي

"Yang mengatakan ada lebih didahulukan daripada yang mengatakan tidak ada."

Terlebih lagi puasa hari 'Arafah, dimana puasa hari 'Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji dan pahalanya besar sekali.

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa 'Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang."

(HR Muslim nomor 1162 dari shahābat Abū Qatadah)

Kalau begitu kesempatan emas untuk kita melakukan dan berlomba-lomba untuk melakukan puasa hari 'Arafah ini.

Kemudian, di antara amalan lain yang bisa kita amalkan pada waktu itu yaitu:

3. IBADAH QURBAN

Yaitu menyembelih kambing pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah.

Ini merupakan sembelihan yang agung yang Allāh menyebutkan dalam Al Qurān:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

"Dan Kami gantikan dengan sembelihan yang agung (besar)."

(QS Ash Shāffāt : 107)

Dan subhanallāh, yang diinginkan dari ibadah menyembelih bukan dagingnya, akan tetapi ibadah menyembelihnya itu.

Makanya Allāh menyatakan:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allāh, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allāh telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allāh terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS Al Hajj : 37)

Yang diinginkan adalah ibadah menyembelih yg merupakan ibadah yang agung di sisi Allāh, sebagaimana Allāh berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, nusukku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allāh, Tuhan semesta alam."

(QS Al An'ām: 162)

⇒Apa itu nusuk?

Sebagian ulama mengatakan nusuk artinya:

 ذَبِيْحَتِيْ

(dzabīhatī: sembelihanku)

Ini menunjukkan betapa besarnya ibadah menyembelih Qurban itu.

Orang yang diberikan oleh Allāh keluasan harta tapi ia tidak mau berqurban, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barang siapa yang memiliki kelapangan namun ia tidak berqurban maka jangan mendekati tempat shalat kami."

(HR. Ahmad 14: 24 dan Ibnu Majah no. 3123. Al Hāfizh Abū Thāhir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Artinya, tercela bagi orang yang mempunyai kemampuan tapi dia tidak berqurban. Padahal qurban adalah sesuatu yang luar biasa di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Adapun hadits yang mengatakan bahwasanya orang yang berkurban nanti akan melewati jembatan shirath dengan menunggangi hewan qurbannya, ini semua adalah hadist-hadist yang tidak ada asalnya dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kemudian di antara amalan yang bisa kita amalkan pada 10 awal bulan Dzulhijjah,

4. BERSHADAQAH

Kita memperbanyak shadaqah karena shadaqah besar pahalanya di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan bahwa orang yg berinfaq (bershadaqah) akan diberikan pahala oleh Allāh 700 kali lipat. (Al Baqarah 261)

Subhanallāh !

Disebutkan juga dalam hadits yang shahih:

من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب ولا يسعد الى الله الا الطيب فان الله تعا لى يقبلها بيمينه ثم يربيها لصا حبها كما يربي احدكم فلوه حتى تكون مثل الجبل

“Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik dan Allāh tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik, sesungguhnya Allāh akan menerima sedekah kurma dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah kurma tersebut menjadi sebesar gunung.”

(HR Al Bukhāri nomor 1321)

Bayangkan akhī, shadaqahnya dengan 1 butir kurma menjadi sebesar gunung.

Kalau begitu betapa besarnya pahala shadaqah.

Maka di saat itu kita banyak-banyak bershadaqah.

Demikian juga kita,

5. BANYAK BERDZIKIR KEPADA ALLĀH (BERTASBIH, BERTAHLIL, BERTAHMID)

Dan di hari-hari itu memang sangat dianjurkan sekali banyak-banyak berdzikir kepada Allāh.

Sebagaimana Allāh berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

"Berdzikirlah kamu kepada Allāh di hari-hari yang terhitung."

(QS Al Baqarah: 203)

Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ayat itu adalah 10 awal bulan Dzulhijjah.

Ikhwatal Islām a'ādzakumullāh,

Seorang mu'min, ketika diberikan oleh Allāh kesempatan yang besar seperti ini, dia bergembira.

Seorang mukmin ketika melihat kesempatan emas seperti ini dia pun merasa harus bersiap-siap menghadapinya.

Karena bagi seorang mu'min, tidak ada yang lebih indah dari pada keta'atan kepada Allāh.

Makanya, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

"Siapa yang merasa bergembira dengan kebaikan-kebaikan dan amalan shālihnya dan merasa bersedih hati dengan kesalahan-kesalahan dan dosanya maka dia seorang mu'min."

(HR Ahmad 1: 18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqah sesuai syarat Bukhari-Muslim. Dari shahābat 'Umar bin Khaththāb)

Seorang mukmin, melihat kesempatan yang besar seperti ini dia tidak akan menyia-nyiakan.

Dia ingin berusaha untuk beramal shālih, untuk mendapatkan surga yang paling tinggi di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka dari itu yā Akhī, mari kita gunakan kesempatan sepuluh awal bulan Dzulhijjah ini untuk:

◆ Banyak berdzikir kepada Allāh
◆ Banyak beramal shālih
◆ Banyak bertakbir

Kalau kita bisa berpuasa pada waktu itu, maka kita lakukan berpuasa sehingga kita mendapatkan kemenangan yang besar berupa pahala yang besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

#TEBAR QURBAN 1438 H
Cinta Sedekah & Group Bimbingan Islam

▪ Kambing A : Rp. 2.750.000
▪ Kambing B : Rp. 2.550.000
▪ Kambing C : Rp. 2.250.000
Paket sudah termasuk biaya operasional & perawatan sampai Iedul Qurban

🏧 Bank Mandiri
NoRek. 167-000-166-6725
a/n. Yayasan Cinta Sedekah
Kode Bank : 008
📲Konfirmasi SMS/WhatsApp :
0811-280-0606

Dengan format: Nama#Tanggal#PaketQurban#Domisili#JumlahTransfer

Contoh; Musa#18 Agustus 2017# Kambing A A#Yogyakarta#2.750.000
----------------------------------

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Dzikir Dzikir Pagi

Dzikir Pagi - Subtitle Indonesia - Urut dari Dzikir no.1 s.d 24



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments