In

CIRI WANITA PENGHUNI SURGA

Kepada para istri yang mendambakan untuk menjadi penghuni Surga..

Tentunya untuk menjadi penghuni surga, bukanlah perkara yang mudah, sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah mengisyaratkan hal ini dalam haditsnya.

Beliau bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

"Bahwasanya surga itu diliputi/dipagari dengan perkara-perkara yang dibenci."

(HR Muslim dari shahābat Anas bin Mālik)

⇒ Artinya seorang jika hendak masuk dalam surga, dia harus melewati hal-hal yang bertentangan dengan hawa nafsunya, yang dia benci, yang bertentangan dengan egonya (sikap egoisnya).

Ada satu sifat yang disebutkan oleh Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam diantara sifat penghuni surga. Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

"Dan istri-istri kalian yang akan masuk surga yaitu yang berusaha meraih kecintaan suami (penyayang), yang subur (mudah beranak banyak), serta yang senantiasa kembali kepada suaminya, yaitu jika suaminya marah maka diapun segera datang kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan berkata:

'Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sampai engkau maafkan aku (ridha kepadaku)'."

(HR An Nasāi dalam As Sunan Al Kubra 5/361, Ath Thabrāni dalam Al Awshath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al Albāni karena syawahidnya (Ash Shahīhah 1/578 no 287), dari shahābat Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallāhu 'anhu)

⑴ AL WADŪD | Seorang wanita yang berusaha meraih kecintaan suaminya.

Dia berusaha dengan sifat dan akhlaqnya yang mulia; dengan ramah dan tutur kata yang indah, berusaha berpenampilan yang menarik agar meraih kecintaan suaminya.

⑵ AL WALŪD | Wanita yang subur yang memberikan keturunan kepada suaminya.


Dan yang ingin kita fokuskan pada kesempatan kali ini adalah sifat yang ke-3, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam

⑶ AL AŪD 'ALA ZAWJIHĀ | Seorang wanita yang senantiasa kembali kepada suaminya.

Inilah penghuni surga..

Ibu-ibu dan para istri yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Kelihatannya sifat ini merupakan sifat yang sepele namun sesungguhnya tidak demikian.

Kenapa?

Karena banyak wanita atau sebagian wanita tidak mudah untuk meminta maaf kepada suaminya, meskipun terkadang dia yang salah.

Kenapa?

Karena egonya yang dia kedepankan.

Dan iblis/syaithan datang membisikan kepada dia untuk tidak minta maaf kepada suaminya, padahal dia tahu dia yang salah.

Bahkan terkadang dia ingin suaminya yang minta maaf.

Dia tahu dia bersalah namun dia ingin melemparkan kesalahan kepada suaminya dan dia ingin suaminya yang minta maaf (karena dia punya ego).

Dan ini adalah benih-benih yang bisa menimbulkan kerusakan dalam rumah tangga dan menghancurkan rumah tangga yang telah dibangun selama ini.

Oleh karenanya, seorang wanita harus mengalahkan egonya dan jika dia bersalah maka segera datang kepada suaminya.

Meskipun hati suaminya lagi marah/keras, tetapi tatkala melihat istrinya bersifat demikian, (yaitu) mengakui kesalahannya, apalagi sambil memegang tangan suaminya sambil mengatakan:

"Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur sampai kau maafkan aku, sampai kau ridha kepadaku."

Maka inilah yang disebut wanita penghuni surga.

Saya sampaikan kepada para istri dan para ibu-ibu,

Jangan pernah malu jika Anda bersalah.

Jika Anda bersalah maka segeralah datang kepada suami dan minta maaf, ini merupakan bentuk menjalankan sunnah Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Jadilah Anda penghuni surga !

Kalahkan ego anda.

Syaithān, iblis yang ingin agar Anda berpisah dari suami Anda.

Bila tidak berpisah, iblis ingin kehidupan rumah tangga Anda dan suami dalam kondisi ruwet/semrawut; tidak ada kebahagian, tidak ada mawadah dan rahmah.

Inilah yang di inginkan iblis.

Bayangkan, jika Anda tidak minta maaf maka api permusuhan berhari-hari akan menyala antara Anda dan suami.

Oleh karenanya...

Kalahkan ego, dan jika punya salah segeralah minta maaf kepada suami !

Terapkan sunnah Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam !

Jadilah Anda sebagai penghuni surga !

Kemudian saya ingatkan juga kepada para istri,

Selain Anda memiliki sifat mudah untuk minta maaf, juga usahakanlah agar semantiasa memberi udzur kepada suami.

Suami mungkin melakukan kesalahan disuatu hari, namun suamipun punya ego sehingga enggan untuk minta maaf.

Bila dia minta maaf kepada istrinya seakan-akan harga dirinya akan jatuh, padahal tidak !

Suami yang sejati adalah suami yang mau mengakui kesalahan.

Apalagi mengakui kesalahan dihadapan istrinya, yaitu seorang wanita yang sayang kepada dia, yang menghabiskan waktunya berhikmad kepada suaminya.

Maka seorang suami yang sejati/gentle dia berani minta maaf kepada istrinya.


Namun, kalau seorang istri memiliki (menghadapi) model suami yang tidak mau minta maaf, maka hendaknya dia berusaha memahami kondisi suaminya.

Karena terkadang sebagian suami merasa berat jika mengucapkan minta maaf kepada istri dengan mengucapkan:

"Wahai istriku, maafkan aku."

Namun dia minta maaf dengan cara yang lain.

Misalnya terjadi keributan dan sang suami merasa bersalah, kemudian dia mengatakan:

"Ayo, malam ini kita makan direstoran."

Sudah...!

Cukup (bagi) seorang istri bila suaminya mengajak makan malam di restoran berarti maksudnya dia mengatakan:

"Saya minta maaf, saya salah."

Jangan kita tunggu suami harus mengungkapkan minta maaf dengan lisannya.

Ini tidak mudah bagi setiap suami.

Oleh karenanya, bila suami sudah mulai merubah sikapnya, misalnya mengajak makan malam atau mulai memijit-mijit istrinya, dielus-elus rambutnya, berarti dia (suami) sudah minta maaf.


Dengan demikian hendaknya seorang istri memahami karakter suami yang cara minta maafnya terkadang tidak dengan lisan, tetapi dengan sikap.

Dengan demikian berumah tangga akan mudah dan berjalan dengan penuh mawadah & rahmah.

Setiap ada kesalahan dan setiap ada keretakan akan mudah untuk segera dikembalikan dan diperbaiki.

Semoga kita semua merasakan kehidupan rumah tangga yang penuh mawadah dan rahmah dan diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Jadilah Anti sebagai wanita yang mudah meminta maaf !

Jadilah Anti sebagai penghuni surga !

وبالله التوفيق
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv



🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 14 Rabi'ul Awwal 1437 H / 26 Desember 2015 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
🔊 Ceramah Singkat | Ciri Wanita Penghuni Surga

Sumber:
https://youtu.be/A-xrOe_5Jw8
➖➖➖➖➖➖➖🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 14 Rabi'ul Awwal 1437 H / 26 Desember 2015 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
🔊 Ceramah Singkat | Ciri Wanita Penghuni Surga

Sumber:
https://youtu.be/A-xrOe_5Jw8
➖➖➖➖➖➖➖

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In MACAM MACAM AIR YANG DIPERBOLEHKAN UNTUK BERSUCI

MACAM MACAM AIR YANG DIPERBOLEHKAN UNTUK BERSUCI



🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at,  13 Rabi'ul Awwal 1437 H / 25 Desember 2015 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abi Syuja' | Kitab Thaharah
🔊 Kajian 04 | Macam Macam Air Yang Diperbolehkan Untuk Bersuci
~~~~~~~

MATAN KITAB:

المياه التي يجوز بها التطهير سبع مياه ماء السماء وماء البحر وماء النهر وماء البئر وماء العين وماء الثلج وماء البرد

Artinya: Macam-macam Air Air yang dapat dibuat untuk bersuci ada 7 (tujuh) yaitu air hujan (langit), air laut, air sungai, air sumur, air sumber (mata air), air salju, air dingin.

(Fiqh AtTaqrib Matan Abi Syuja')
➖➖➖➖➖➖➖➖🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at,  13 Rabi'ul Awwal 1437 H / 25 Desember 2015 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abi Syuja' | Kitab Thahārah
🔊 Kajian 04 | Macam Macam Air Yang Diperbolehkan Untuk Bersuci
~~~~~~~

MATAN KITAB:

المياه التي يجوز بها التطهير سبع مياه ماء السماء وماء البحر وماء النهر وماء البئر وماء العين وماء الثلج وماء البرد

Artinya: Macam-macam Air Air yang dapat dibuat untuk bersuci ada 7 (tujuh) yaitu air hujan (langit), air laut, air sungai, air sumur, air sumber (mata air), air salju, air dingin.

(Fiqh AtTaqrib Matan Abi Syuja')
➖➖➖➖➖➖➖➖

MACAM MACAM AIR YANG DIPERBOLEHKAN UNTUK BERSUCI

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أسرف الأنبيآء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد.

Para Sahabat Bimbingan Islam sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, pada halaqah yang ke-4 ini kita akan membacakan Kitab Matan Abū Syujā', semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberkahi dan memudahkan kita semua.

قال المألف :
((كِتَابُ الطّهَارَةِ))

Berkata Penulis rahimahullāh:
((Kitab Thahārah))

◆ Ath-Thahārah (الطّهَارَةِ)

• Makna secara bahasa adalah an-nazhāfah (أَلنَّظَافَةُ), yaitu kebersihan.
• Makna secara istilah adalah:

عِبَارَةٌ عَنْ رَفْعِ الْحَدَثِ وَ إِزَالَةِ النَّجَسِ
"Proses mengangkat hadats dan menghilangkan najis."

◆ Al-Hadats (الحَدَثُ)

Adalah:

وصف قائم بالبدن يمنع من الصلاة ونحوها مما تشترط له الطهارة

"Sifat atau status pada diri seseorang yang menghalangi dari shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya yang disyaratkan pada ibadah tersebut thahārah."

Misalnya:
Seorang yang keluar angin dari duburnya, maka statusnya dia berhadats dan menghalanginya untuk melaksanakan ibadah shalat sampai dia thahārah (berwudhū') yang mengangkat hadats tersebut.

◆ Najis

Adalah:

كل عين يجب التطهر منها

"Segala sesuatu zat yang kita diwajibkan secara syari'at untuk bersuci darinya."

Misalnya:
Kotoran manusia, maka ini adalah zat yang najis. Seseorang yang terkena kotoran manusia, maka dia wajib untuk membersihkannya, sebelum dia melaksanakan ibadah shalat.

Para Sahabat sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Para ulama memulai kitab fiqh mereka diawali dengan pembahasan kitab Thahārah, karena kitab ini berkaitan dengan kitab Shalat, dimana shalat disyaratkan untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah tersebut.

Dan Penulis disini memulai kitab Thahārah dengan menjelaskan tentang bermacam-macam (jenis-jenis) air yang bisa digunakan untuk bersuci.

Berkata Penulis rahimahullāh:

((الْمِيَاهُ الَّتِي يَجُوْزُ التَّطْهِيْرُ بِهَا سَبْعُ مِيَاهٍ))

((Air yang diperbolehkan untuk digunakan dalam bersuci ada 7 macam))

• PERTAMA

((مَاءُ السَّمآءِ))

((Air dari langit))

Yaitu hujan. Dalilnya adalah surat Al-Anfāl ayat 11. Allāh Ta'āla berfirman:

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

"Dan Dia menurunkan kepada kalian air dari langit, agar kalian bersuci dengannya."

• KEDUA

((وَمَاءِ الْبَحْرِ))

((Air laut))

Atau مَاءُ الْبِحَارِ dalam shahīh yang lain.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, yang diriwayatkan dalam Ash-hābus Sunān, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda tatkala ditanya tentang air laut, Beliau mengatakan:

وَالطَّهُورُ ماؤُهُ ، الحِلُّ ميتتُهُ

"Bahwasanya air laut tersebut adalah suci airnya dan halal bangkainya."

Yaitu hewan air laut apabila menjadi bangkai, maka halal.

• KETIGA

((وماء النهر))

((Air sungai))

Dan ini adalah ijma' para ulama bahwasanya air sungai adalah yang suci.

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فيه كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ ». وَمَا يُبْقِى ذَلِكَ مِنَ الدّنَسِ

"Permisalan shalat lima waktu adalah seperti sungai yang mengalir yang melimpah ruah airnya di depan pintu seseorang diantara kalian. Kemudian dia mandi setiap hari 5 waktu, maka apakah tersisa sedikit pun kotoran?." (HR Muslim)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memisalkan dengan air sungai yang digunakan untuk bersuci.

• KEEMPAT
((وَ مَاءُ الْبِئْرِ))

((Air sumur))

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imām Tirmidzi, dimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berwudhū' dari air sumur Budhā'ah. Dan tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ditanya, maka Beliau mengatakan

الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

"Bahwasanya air itu tidak menajiskan segala sesuatu apapun."

• KELIMA

((وَمَاءُ الْعَيْنِ))

((Mata air))

Yang maknanya sama dengan air laut dan air sungai, maka hukumnya pun suci.

• KEENAM
((وَمَاءُ الثَّلْجِ))

((Air salju))

• KETUJUH

((وَمَاءُ الْبَرَدِ))

((Air embun))

Dalilnya:
Hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang do'a istiftah, ketika Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam berdo'a:

اللهم اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

"Ya Allāh, cucilah dosa-dosaku dengan air salju dan air embun."

(HR Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Demikian yang bisa kita sampaikan.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

TERMASUK SYIRIK BERNADZAR UNTUK SELAIN ALLĀH


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah Belajar Tauhid berjudul "Termasuk Syirik Bernadzar Untuk Selain Allāh".

Bernadzar untuk Allāh adalah seseorang mengatakan, misalnya:

"Wajib bagi saya melakukan ibadah ini dan itu untuk Allāh"

Atau dengan mengatakan:

"Saya bernadzar untuk Allāh bila terlaksana hajat saya".

Bernadzar, kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, adalah ibadah dan sebuah bentuk pengagungan.

Karenanya, bernadzar ini tidak diperkenankan kecuali untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata, seperti seseorang:

• Bernadzar untuk Allāh akan berpuasa 1 hari bila lulus ujian,

atau

• Bernadzar untuk Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan mengadakan umroh bila sembuh dari penyakit,

• Dan lain-lain.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

’’Dan apa yang kalian infaqkan atau yang kalian nadzarkan maka sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengetahuinya.’’

(QS Al-Baqarah: 270)

Allāh Ta'āla mengabarkan bahwasanya Allāh mengetahui nadzar para hambaNya di dalam ayat ini dan akan membalas dengan balasan yang baik.

⇒ Ini menunjukan bahwasanya nadzar adalah ibadah yang seorang Muslim akan diberikan pahala atas nadzar tersebut.

Dan menunaikan nadzar apabila dalam keta'atan hukumnya adalah wajib, berdasarkan firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَلْيُوفُوا نُذُورَهُم

"Dan supaya mereka menunaikan nadzar-nadzar mereka."

(QS Al-Hajj: 29)

Dan sabda Nabi Shallallāhu ' 'alayhi wasallam:

ﻣَﻦْ ﻧَﺬَﺭَ ﺃَﻥْ ﻳُﻄِﻴﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﻠْﻴُﻄِﻌْﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻧَﺬَﺭَ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﺼِﻴَﻪُ ﻓَﻼَ ﻳَﻌْﺼِﻪِ

’’Barangsiapa yang bernadzar untuk menta'ati Allāh Subhānahu wa Ta'āla maka hendaknya menta'atinya dan barang siapa yang bernadzar untuk memaksiati Allāh maka janganlah dia memaksiatiNya."

(HR Al Bukhāri)            

Bernadzar untuk selain Allāh termasuk syirik besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam, seperti:

• Seseorang bernadzar apabila seseorang sembuh dari penyakit maka akan menyembelih untuk wali fulan atau berpuasa untuk syaikh fulan dan lain-lain.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  melindungi kita dan keturunan kita dari perbuatan syirik.

Itulah halaqah yang ke-10 dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Saudaramu,
'Abdullāh Roy

✒Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS
🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 12 Rabi'ul Awwal 1437 H / 24 Desember 2015 M
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 10 | Termasuk Syirik Bernadzar Untuk Selain Allāh
⬇ Download Audio: https://goo.gl/AGgAHi
~~~~~~~~~~~~~~~
[12/24/2015, 14:56] +62 896-7559-7395: 🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 12 Rabi'ul Awwal 1437 H / 24 Desember 2015 M
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 10 | Termasuk Syirik Bernadzar Untuk Selain Allāh
⬇ Download Audio: https://goo.gl/AGgAHi
~~~~~~~~~~~~~~~

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Allah mencintai 3 hal dan membenci 3 hal.

Allah mencintai 3 hal dan membenci 3 hal.

Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai 3 hal dan membenci 3 hal.
Perkara yang dicintai Allah adalah;
1. sedikit makan,
2. sedikit tidur,
3. sedikit bicara.
Sedangkan perkara yang dibenci Allah;
1. banyak bicara,
2. banyak makan,
3. banyak tidur."
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman, 5:48)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Roadshow toped 2015 uus stand up comedy

ROADSHOW TOKOPEDIA BDG 2015










Hallo Toppers Bandung!

Seller tokopedia pasti ikut hadir di Roadshow Tokopedia bandung 2015 

Hari / Tgl
Kamis, 17 Desember 2015

Jam
19.00 – 21.00 WIB

Tempat
Malibu Dome, Grand Pasundan Convention  Hotel
Jalan Peta No. 147-149, Lingkar Selatan, Bandung, Jawa Barat 40233

TALKSHOW
1. Nurul - Inspiring Seller Tokopedia
2. Abdurrahim - Inspiring Seller Tokopedia
3. Uus - Stand Up Comedy 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Ketika tanggung jawab seseorang bertambah


Bismillah..
Ketika tanggung jawab seseorang bertambah,
maka sudah pasti Allah akan menambah pula jatah rezekinya.
Tidak mungkin Allah memberikan jatah rezeki yang sama kepada seseorang saat masih bujangan dengan ketika sudah menikah dan memiliki anak. 
Allah pasti tambah rezekinya.
Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menegaskan dalam haditsnya,
"Ada 3 golongan yang pasti mendapatkan pertolongan Allah;
1. Orang yang menuntut ilmu,
2. Orang yang berjihad di jalan Allah,
3. Orang yang menikah dengan mengharapkan keshalehan diri."
(HR. Ahmad)
Menikah akan mendatangkan keberkahan hidup, membuka pintu rezeki, dan rahmat Allah.
Sungguh, didalam pernikahan banyak terdapat ladang amal shaleh yang tidak akan bisa didapatkan oleh orang yang belum menikah.
Wallahu a'lam bish shawab..

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

WAKTU YANG BERKAH


Ukhti sudah kita memanfaatkan waktu dengan berkah? 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments